Anggota Gres Gradient Squad, Mi 8 Lite Pamerkan Gradasi Memukau

Embel-embel Lite pada smartphone biasanya merupakan versi yang lebih murah daripada versi Basic atau Pro. Sebagai versi yang lebih murah, biasanya versi Lite dirancang sedemikian rupa sehingga baik spesifikasi maupun desainnya tak lebih baik daripada versi-versi yang lebih tinggi. Tetapi pendekatan tersebut nampaknya sekarang sudah tak relevan lagi, sehabis beberapa smartphone versi Lite ternyata mempunyai desain yang cantik.
Termasuk smartphone terbaru dari Xiaomi ini, yaitu Mi 8 Lite.
Xiaomi Mi 8 Lite merupakan versi lebih rendah dari smartphone kelas atas Xiaomi Mi 8 yang mempunyai beberapa varian, termasuk varian yang mempunyai bodi belakang transparan. Uniknya, Mi 8 Lite ini mempunyai tampilan yang tak kalah dengan kakak-kakaknya tersebut, pasalnya, Mi 8 Lite mempunyai bodi belakang kinclong dengan teladan warna gradasi yang cantik.
Terdapat tiga variasi warna untuk Mi 8 Lite ini, dua warna gradasi dan satu lagi warna abu-abu solid yang masih terlihat manis alasannya ialah memakai material beling reflektif yang berkilauan. 
Lalu apakah jeroannya juga secantik tampilannya?
Xiaomi Mi 8 Lite mempunyai bentang layar sebesar 6.26 inchi dengan resolusi FullHD+ dengan notch yang sama dengan versi Mi 8 lainnya. Pada notch tersebut terpasang sebuah kamera depan tunggal beresolusi 24MP yang sangat mumpuni untuk selfie. Di bab belakang, dua kamera beresolusi 12MP dan 5MP menghiasi punggung berkilauan tersebut. Selain itu terdapat sensor sidik jari di bab tengah punggung dan sebuah logo Mi di bawah.
Untuk jeroannya, Mi 8 Lite memakai chipset Snapdragon 660 yang telah mendapat pinjaman AI. Chipset tersebut didukung oleh RAM sebesar 4GB/6GB dan memori internal berkapasitas 64GB/128GB. Untuk menopang hidupnya, Xiaomi menyematkan sebuah baterai berkapasitas 3,350mAh. 
Dengan spesifikasi tersebut, Xiaomi Mi 8 Lite dihargai cukup ramah khas Xiaomi yaitu sekitar $204 atau kurang lebih Rp 3.1 jutaan. Tetapi untuk pasar Indonesia belum ada kepastian mengenai kapan smartphone manis ini akan masuk secara resmi di Indonesia.

Yang Perlu Diketahui Dari Pocophone F1, Smartphone Gres Yang Sukses Menciptakan Kehebohan

Pocophone, akhir-akhir ini nama itu santer didengar oleh para pecinta gadget terutama smartphone. Kemunculannya seakan bernostalgia alasannya yakni hampir-hampir menyerupai dengan kemunculan awal Xiaomi ketika itu; smartphone murah dengan jeroan mewah. Pada ketika itu, Xiaomi pun pribadi mendapat predikat “flagship killer“, predikat yang kurang lebih sama dengan apa yang didapatkan oleh Pocophone ini.
Pocophone Armoured Edition (via TrustedReviews)
Kenapa bisa mirip? Sebenarnya bukan diam-diam lagi alasannya yakni Pocophone ini merupakan sub-brand dari Xiaomi sehingga tak heran jikalau lalu merk gres ini memakai taktik induknya untuk menarik perhatian. Dan sejauh ini memang berhasil. Jika sebelum periode Pocophone tagar yang sangat sering dijumpai di forum-forum smartphone biasanya yakni #mendingxiaomi, ketika ini sudah muncul tagar #mendingpocophone atau #mendingpoco.
Nah, bagi pembaca yang masih ingin tau pada merk gres yang menarik perhatian ini, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Setidaknya memperlihatkan citra wacana smartphone gres yang namanya menyerupai tarian tradisional salah satu wilayah Indonesia ini. Beberapa hal di bawah ini merupakan rangkuman dari aneka macam sumber mengenai Pocophone F1, smartphone pertama Pocophone yang menciptakan kehebohan hampir di seluruh dunia.
SNAPDRAGON 845


Bisa dibilang inilah senjata utama Pocophone F1 dalam menarik perhatian pecinta gadget. Untuk ketika ini, prosesor Qualcomm Snapdragon 845 merupakan seri tertinggi yang hanya dijumpai di smartphone flagship kelas atas semisal Samsung Galaxy S9 Series, ataupun smartphone gaming semacam Xiaomi Black Shark. Untuk Pocophone F1, chipset Snapdragon 845 Octa-core ini bisa menghasilkan clock-speed mencapai 2,8 GHz. Untuk mendukung kinerja grafisnya, GPU Adreno 630 telah terpasang dan bisa meningkatkan kinerja mencapai GPU 30%. RAM sebesar 6GB yang dikombinasikan dengan ruang penyimpanan sebesar 64GB dan 128GB menciptakan kinerja smartphone ini semakin powerful. Skor AnTuTu pada ketika pengujian Pocophone F1 menghasilkan skor mencapai 291.302. 
SISTEM PENDINGIN CAIR


Untuk menghindari panas berlebih yang dihasilkan oleh kinerja hardware-nya, Pocophone F1 mempunyai sistem pendingin cair yang sangat berkhasiat untuk mengurangi panas tersebut. Teknologi yang disebut LiquidCool Technology ini bekerja dengan cara cairan yang ada di bab dalam smartphone akan menguap ketika terjadi pemanasan yang lalu akan diregenerasi sehingga menjaga perangkat tetap terasa sejuk. Teknologi ini sangat berkhasiat ketika smartphone dipakai dalam kondisi yang ekstrim contohnya bermain game non-stop. Oh, ngomong-ngomong wacana game, Pocophone F1 mempunyai baterai berkapasitas 4,000 mAh yang tentunya sangat cukup untuk melahap game-game mobile yang semakin beragam. Jika baterai menipis, tak perlu khawatir alasannya yakni Pocophone F1 mendukung teknologi Quick Charge 3.0.
DUAL CAMERA WITH AI


AI, istilah ini juga semakin sering didengar di kalangan pecinta smartphone. Dan Pocophone F1 juga masuk dalam daftar smartphone yang dilengkapi AI khususnya pada dua kamera di bab belakangnya. Ya, Pocophone F1 mempunyai dua kamera di bab belakang yang ditempatkan secara vertikal di bab tengah perangkat. Dua kamera tersebut beresolusi masing-masing sebesar 12MP dengan sensor Sony dan 5MP dengan sensor Samsung. Tentunya dengan proteksi AI, gambar yang dihasilkan akan lebih anggun dan lebih berkualitas. Dan teknologi AI ini bukan hanya di kamera belakang, alasannya yakni kamera depan yang beresolusi 20MP juga dilengkapi teknologi serupa. 
HARGA TERJANGKAU


Diantara semuanya, yang menjadi daya tarik paling besar yakni harga yang ditawarkan. Pocophone F1 dengan teknologi canggih di atas ternyata dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau. Varian paling tinggi dengan RAM 6GB dan memori internal 128GB, yang mempunyai back cover special edition memakai materi kevlar “hanya” dibandrol seharga Rp 5.1 jutaan. Untuk varian lainnya yang lebih rendah, dengan materi policarbonat, dibandrol seharga Rp 4.4 jutaan untuk RAM 6GB dengan memori internal 64GB dan Rp 4.9 jutaan untuk RAM 6GB dengan memori internal 128GB. 
Ada yang lebih murah?
MIUI FOR POCO


Tampilan antar muka khas Xiaomi yang disebut MIUI merupakan salah satu yang disukai para pengguna gadget. Dan untuk Pocophone F1, Xiaomi telah membuatkan MIUI tersebut dengan beberapa perbedaan sehingga menghasilkan antarmuka gres yang disebut MIUI for Poco yang dimodifikasi dari Android 8.1 Oreo. Dengan slogan Fast and Fluid, antar muka MIUI for Poco ini diklaim mempunyai kinerja yang lebih cepat dan lebih responsif, sesuai dengan tagline Pocophone yaitu Master of Speed.
DESAIN SEDERHANA


Pocophone F1 secara umum mempunyai tampilan yang sederhana, meskipun hampir sama dengan kebanyakan smartphone yang ada ketika ini; dengan notch dan bezel yang cukup tipis. Untuk back covernya, Pocophone memakai materi yang sudah usang tidak digunakan, yaitu polycarbonat. Penggunaan materi ini oleh beberapa pihak dianggap kurang “wah” alasannya yakni rata-rata smartphone ketika ini memakai materi beling atau metal. Kemungkinan besar, penggunaan materi polycarbonat tersebut merupakan taktik untuk memangkas biaya produksi sehingga harganya bisa lebih murah. Tetapi Pocophone F1 mempunyai satu edisi Istimewa yang memakai bahan kevlar di bab balakangnya yang disebut Armoured Edition. Kevlar merupakan materi unik yang cukup jarang dipakai dalam smartphone. Biasanya kevlar dipakai dalam pembuatan ban, ataupun dalam teknologi militer yaitu sebagai materi rompi anti peluru. Sudah terbayang bagaimana kuatnya bukan?
KETERSEDIAAN


Dengan respon yang luar biasa besar, Pocophone F1 ternyata telah disiapkan untuk banyak negara di dunia. Dari laman resmi Pocophone, smartphone Pocophone F1 akan disiapkan untuk lebih dari 50 negara yang tersebar di Asia, Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Tak perlu khawatir, Indonesia juga masuk ke dalam daftar-daftar negara peneriman Pocophone F1.
Itulah beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan bagi siapapun yang sedang mencari sebuah smartphone powerful dengan harga terjangkau. Untuk ketika ini, belum ada smartphone ber-chipset Snapdragon 845 yang dibandrol pada rentang harga tersebut. Pesaing paling bersahabat yakni Meizu 16 Series yang dibandrol seharga Rp 5 juta hingga Rp 6 jutaan. Kemudian menyusul ASUS ZenFone 5Z yang dibandrol dengan harga Rp 6 jutaan. 
Honor Play – Pesaing paling potensial bagi Pocophone F1 untuk ketika ini
Tetapi bukan berarti tak ada lawan sepadan, meskipun tidak memakai Snapdragon 845. Untuk ketika ini, satu-satunya yang bisa menjadi pesaing sepadan bagi Pocophone F1 yakni Honor Play. Berada di rentang harga yang sama, lalu juga memakai chipset kelas atas (Honor Play memakai chipset Kirin 970, sama menyerupai yang dipakai pada Huawei P20 Pro yang merupakan smartphone flagship), serta mendapat proteksi GPU Turbo. 
Bagaimana, tertarik? 

Xiaomi Siapkan Smartphone Gres Ber-Chipset Snapdragon 660 Dan Ai Kamera

Seperti yang banyak diperkirakan sebelumnya, Xiaomi telah menyiapkan sebuah smartphone gres lagi yang sekarang masih tersedia hanya di China. Smartphone ini merupakan penerus dari smartphone edisi sebelumnya yang sempat menciptakan heboh sebab harganya yang terjangkau dengan spesifikasi tinggi. Khas Xiaomi.
Adalah Xiaomi Mi 5X, yang dulu sempat heboh sebab spesifikasinya yang mumpuni sementara harganya diluar nalar. Meskipun tak beredar secara resmi di Indonesia, smartphone ini dapat ditemukan di beberapa toko online. Dan pada tanggal 27 April besok, Xiaomi akan meluncurkan penerus Xiaomi Mi 5X di China.
Ya, smartphone yang dimaksud yaitu Xiaomi Mi 6X.
Fitur Unggulan
Pertama tentu saja chipsetnya, yang memakai Snapdragon 660. Untuk menghadang laju ASUS yang semakin menggila sebab mempunyai senjata gres yang mempunyai hardware tangguh tetapi harganya juga ramah, Xiaomi harus mempersiapkan amunisi lain. Dan amunisi tersebut yaitu Mi 6X ini. 
Kemudian chipset tersebut didukung dengan RAM sebesar 4GB atau 6GB dengan penyimpanan internal 64GB dan 128GB. Layar berukuran 5.99 inchi beresolusi FullHD berasio kekinian 18:9 dengan panel IPS LCD tentu akan memanjakan mata dan menciptakan betah berlama-lama menatap layar smartphone yang sangat lega. Semuanya akan ditenagai dengan baterai sebesar 3.010 mAh yang telah memakai fitur Quick Charge 3.0.
Tetapi tentu saja bukan hanya itu. Xiaomi menyertakan fitur AI pada Xiaomi Mi 6X yang menciptakan performa dua kamera belakang dan satu kamera depan milik smartphone ini menghasilkan foto yang lebih baik. Kamera belakangnya sendiri berukuran 12MP + 20MP dengan fitur AI yang mereka sebut Xiao AI. Sementara kamera depannya berukuran 20MP.
Harga dan Ketersediaan
Dengan banyak sekali teknologi canggih semacam AI dan prosesor Snapdragon 660 tersebut, berapa harga yang ditawarkan untuk Xiaomi Mi 6X di pasaran? Meskipun smartphone ini untuk sementara hanya akan dipasarkan di China – dirilis besok, tanggal 27 April 2018 – yang akan tersedia baik secara online maupun offline, diperkirakan akan mendapat antusiasme yang tinggi.
Xiaomi sendiri menciptakan Mi 6X ini ke dalam beberapa varian, yaitu varian yang memakai RAM 4GB dan mempunyai internal storage sebesar 64GB yang akan ditawarka seharga Rp 3.5 jutaan. Kemudian versi kedua yang mempunyai RAM 6GB dengan storage sebesar 64GB seharga Rp 3.9 jutaan. Dan versi tertinggi dengan RAM 6GB dan penyimpanan internal sebesar 128GB seharga Rp 4.3 jutaan.
Seperti yang ditulis di atas, bahwa untuk sementara ketersediaan Xiaomi Mi 6X ini hanya ada di China. Belum ada gosip terkait dengan ketersediaan di luar China, termasuk Indonesia. Semoga saja Xiaomi membawa smartphone ini ke Indonesia mengingat banyaknya MiFans yang ada di Indonesia. Apalagi dengan harga yang menyerupai itu, tentunya akan menjadi persaingan yang seru antara Mi 6X dan ZenFone 5Q yang sudah niscaya akan dibawa ke Indonesia.
Bagaimana, tertarik?

Smartphone Keramik Vs Kaca: Mana Yang Lebih Baik?

Smartphone berbahan beling atau glass mungkin memang terlihat lebih menarik dan glamor daripada smartphone berbahan metal atau alumunium. Dan untuk soal tampilan fisik smartphone, meskipun ini selera dan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, smartphone berbahan beling bisa dibilang lebih unggul daripada metal/aluminium.
Xiaomi Mi Mix 2 yang berbahan Zirconia Ceramics
Kemudian, apakah ada materi lainnya lagi selain beling yang bisa menciptakan smartphone terlihat glamor dan cantik?
Ternyata ada. Dan material itu ialah keramik.
Material keramik pertama kali dipopulerkan oleh Xiaomi, pada produknya yaitu Xiaomi Mi 5 Ceramics. Bahan tersebut, bagaimanapun juga, mempunyai tampilan yang tak kalah memikat daripada beling atau glass.
Dan sekarang, keramik sebagai salah satu materi untuk body smartphone kembali mencuat dengan kemunculan Xiaomi Mi Mix 2 yang gres saja dirilis beberapa waktu lalu. Mengenai persaingan, tentu saja Xiaomi Mi Mix 2 ini akan eksklusif berhadapan dengan flagship lainnya yaitu duo Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus, serta trio Huawei P20 Series
Honor 9 yang berbahan beling berlapis
Tetapi terlepas dari hal itu, alih-alih beling atau glass, kenapa Xiaomi malah menentukan keramik sebagai materi utamanya?
Pertama, keramik disebut-sebut lebih tahan lama daripada metal, sementara metal lebih mempunyai ketahanan yang baik daripada kaca. Jadi, untuk ketahanan atau durability, keramik bisa disebut lebih unggul daripada kaca. Keramik juga lebih tahan terhadap tabrakan daripada aluminium.
Sebagai gambaran, Julia Greer, seorang ilmuwan di Caltech memakai MacBook yang berbahan aluminium yang disebutnya mempunyai tampilan fisik yang menawan. Tetapi ketika MacBook tersebut jatuh, biasanya akan terjadi dent, atau dekok di serpihan pojok. Atau, masukkan ke dalam tas tanpa pengaman, maka dengan gampang akan tergores, entah itu alasannya kunci atau benda lain.

Baca Juga:
Smartphone Kaca vs Aluminium – Mana Lebih Baik?
lebih tahan lama daripada metal, sementara metal lebih mempunyai ketahanan yang baik daripada kaca. Jadi, untuk ketahanan atau durability, keramik bisa disebut lebih unggul daripada kaca. Keramik juga lebih tahan terhadap tabrakan daripada aluminium.

Sebagai gambaran, Julia Greer, seorang ilmuwan di Caltech memakai MacBook yang berbahan aluminium yang disebutnya mempunyai tampilan fisik yang menawan. Tetapi ketika MacBook tersebut jatuh, biasanya akan terjadi dent, atau dekok di serpihan pojok. Atau, masukkan ke dalam tas tanpa pengaman, maka dengan gampang akan tergores, entah itu alasannya kunci atau benda lain.

Baca Juga:
Meizu Patenkan Teknologi Kamera di Bawah Layar

Sementara, materi keramik yang dipilih Xiaomi ialah Zirconia Ceramics. Xiaomi merupakan merk pertama yang memakai materi tersebut untuk produknya. Dan kesudahannya memang sangat menawan dan cantik. 
Zirconia Ceramics (ZrO2 – Zirconium Dioxide), materi yang diperlukan untuk menciptakan body pada Xiaomi Mi Mix 2 diperoleh melalui langkah yang tidak mengecewakan panjang dan rumit. Selain itu, proses panjang untuk mendapat materi ini memakan biaya yang cukup mahal. Hal ini bisa dipahami dan dimaklumi jikalau smartphone ini mempunyai harga yang tinggi (ingat juga bahwa frame kamera belakang juga dilapisi emas 24 karat).
Tetapi, apa yang kemudian diperoleh memang cukup memuaskan. Rating ketahanan Zirconia Ceramics ini mendapat skor 8 – 8.5 pada skala Mohs Hardness. Skor tersebut hanya dikalahkan oleh berlian dan kaca saphir – ibarat pada beling kamera ASUS ZenFone 3. Selain itu, keramik ini juga tahan dengan goresan.
Kemudian yang kedua, jikalau dibandingkan dengan beling biasa atau glass, Zirconia Ceramics ini mempunyai kemampuan untuk menangkap sinyal lebih baik. Jadi, diantara ketiga materi yang sering dipakai pada smartphone yaitu metal/aluminium, kaca, dan keramik, materi keramik merupakan materi yang paling baik dalam menangkap sinyal. Jadi, di sektor kedua ini keramik atau lebih spesifik Zirconia Ceramics lebih unggul daripada beling atau glass.
Jika pada dua sektor tersebut Zirconia Ceramics sudah unggul, apakah bisa disimpulkan bahwa materi ini merupakan materi yang terbaik untuk smartphone?
Bisa ya, bisa tidak.
Xiaomi niscaya mempunyai alasan kenapa menentukan untuk memakai materi yang bersama-sama biasa dipakai pada bidang militer, penerbangan antariksa, dan bidang-bidang tertentu yang membutuhkan material yang spesial. 
Meski pada “percobaan” pertama Xiaomi memakai material ini kurang begitu meledak, yaitu pada Xiaomi Mi 5 Ceramics, Xiaomi kemudian memperbaikinya dengan memakai material ini secara full dan berhasil mendapat beberapa hal yang dianggap penting bagi pengguna smartphone ketika ini; durabilitas, daya tangkap terhadap sinyal, dan yang paling penting, estetika.
Durabilitas jelas, bahwa Zirconia Ceramiscs hanya bisa dikalahkan oleh berlian dan beling saphir. Hal ini berarti tidak ada yang bisa menggores smartphone ini kecuali dua material tersebut. Bahkan pisau sekalipun. Ingat, menggores. Kemudian selain tahan goresan, materi keramik (dan kaca) juga tahan terhadap korosi. 
Kemudian pada sektor kenyamanan, smartphone berbahan beling meskipun anggun tetapi sangat licin. Smartphone berbahan beling perlu perlakuan khusus. Jika ceroboh, kecantikan ini akan eksklusif sirna. Lalu bagaimana dengan keramik? Secara tampilan, keramik mempunyai fisik yang melebihi smartphone kaca. Selain itu smartphone berbahan keramik – dalam hal ini Xiaomi Mi Mix 2 mempunyai handling yang terbilang nyaman. Jadi, di sektor ketiga materi Zirconia Ceramics masih mengungguli material kaca.
Selain itu materi keramik juga gampang dibersihkan. Beberapa smartphone berbahan beling atau glass, mempunyai permukaan depan dan belakang yang gampang meninggalkan bekas sidik jari dan itu sangat menjengkelkan. Kesan premium akan seketika memudar. Ketika membersihkan smartphone beling juga harus berhati-hati alasannya beling tidak tahan goresan. Jadi, bahan keramik lagi-lagi mengungguli materi beling atau glass.
Sampai disini, Zirconia Ceramics milik Xiaomi mengungguli materi kaca, dan juga metal/aluminium (dan tentu juga plastik). Tetapi dengan semua keunggulan tersebut, apakah materi ini tidak punya kelemahan?
Well, tidak ada yang tepat di dunia ini. Begitupun Zirconia Ceramics.
Jika dipaksa untuk dicari, maka kelemahan dari materi Zirconia Ceramics ialah materi ini akan pecah ketika jatuh dari ketinggian. Sementara jikalau dibandingkan dengan metal atau aluminium, hal tersebut tidak akan terjadi. Kemudian selain itu, materi ini lebih mahal daripada bahan-bahan lainnya sehingga smartphone berbahan keramik kemungkinan besar harganya lebih mahal dari smartphone berbahan beling dan aluminium. Meskipun tidak selalu.
Bagaimana, tertarik?

Desain Render Smartphone Terbaru Xiaomi Muncul, Tanpa Bezel

Smartphone kini hampir semakin seragam. Bahkan pada ajang MWC 2018 lalu, hampir semua smartphone gres dirilis dengan mempunyai notch ala iPhone X. Bisa dibilang, tahun ini merupakan tahunnya notch, meski banyak yang kurang menyukai hal tersebut. Dan simpel hanya satu yang benar-benar menciptakan smartphone bezel less tanpa notch yaitu Vivo dengan Apex-nya, yang mempunyai perbandingan screen-to-body mencapai 98%. 
Dan tanpa notch.
Saat ini mungkin hanya beberapa yang mempunyai smartphone gres tanpa notch. Vivo untuk ketika ini sanggup dibilang sebagai inovator dalam beberapa kasus. Kemudian Sony dengan duet Xperia XZ dan XZ2, kemudian juga ada Motorola Moto G6 Series yang juga tanpa notch. Dan nampaknya akan tambah satu lagi yakni Xiaomi.
Ya, bocoran smartphone terbaru Xiaomi yang muncul di laman Gizmochina terlihat tanpa notch dan mempunyai perbandingan screen-to-body mencapai 100%.
Jika ini benar, maka smartphone terbaru Xiaomi yang diduga yakni seri Mi MIX 2S ini akan menjadi smartphone pertama yang mempunyai layar real bezel less
Benarkah? 
Jika diamati dari desainnya, bekerjsama tidak 100% sebab smartphone ini masih menyisakan bezel yang tipis di sekelilingnya. Tetapi bezel ini benar-benar sangat tipis. 
Bagaimana dengan body-nya?
Penggunaan beling pada body smartphone mungkin akan menjadi lebih terkenal daripada metal, tetapi disini Xiaomi memakai body keramik daripada keduanya. Tentu saja Xiaomi niscaya mempunyai alasan. Disamping sebab Xiaomi pernah memakai body keramik di masa lalu, mereka juga akan tampil beda dari kebanyakan smartphone.
Di belahan belakang terdapat dua kamera yang ditempatkan secara vertikal di belahan pinggir, hampir sama dengan penempatan kamera iPhone X. Sensor sidik jari juga terdapat di belahan belakang. Sementara untuk kamera depan tidak terlihat di manapun pada smartphone ini. Mungkin mereka memakai model pop-up kamera layaknya milik Vivo Apex untuk kamera selfie.
Atau bahkan under-screen-camera.
Belum diketahui secara niscaya apakah Xiaomi Mi MIX 2S ini akan benar-benar dirilis. Tetapi kalau smartphone ini benar-benar dirilis, Vivo Apex yang terlihat futuristik pun akan terlihat kuno dibandingkan smartphone ini. 
Tetapi sekali lagi, desain di atas masih berupa render yang bahkan belum menjadi konsep. Tetapi bukan mustahil Xiaomi akan mulai mempertimbangkan untuk menciptakan smartphone tanpa bezel. Tunggu saja!